7 Cara Mengatasi Atap UPVC Bising Hujan Di Rumah

atap upvc

Memiliki hunian yang tenang dan nyaman adalah impian setiap pemilik rumah. Saat musim hujan tiba, kenyamanan di dalam ruangan sangat ditentukan oleh jenis dan kualitas penutup bangunan yang digunakan. Salah satu material yang kini sangat populer untuk kanopi maupun penutup utama bangunan adalah UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride).

Material ini dikenal tahan lama, tidak mudah berkarat, serta memiliki tampilan yang rapi. Meski demikian, ada kalanya beberapa pemilik rumah mengeluhkan masalah suara gemericik atau dentuman air yang terdengar cukup keras saat hujan deras turun.

Masalah atap UPVC bising hujan umumnya terjadi bukan karena kualitas materialnya yang buruk, melainkan karena kesalahan pada proses pemasangan, pemilihan spesifikasi lembaran yang kurang tepat, atau tidak tersedianya elemen peredam pendukung.

Jika Anda saat ini sedang mengalaminya, tidak perlu terburu-buru mengganti seluruh penutup bangunan Anda. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan getaran dan meredam ketukan air hujan agar suasana di dalam rumah kembali tenang.

Penyebab Suara Bising Saat Hujan Deras

Sebelum masuk ke langkah perbaikan, penting untuk memahami mengapa suara ketukan air bisa terdengar membahana di dalam ruangan. Ketika tetesan air hujan jatuh dari ketinggian dengan kecepatan tinggi, energi dari tetesan tersebut akan menghantam permukaan penutup bangunan.

Jika lembaran penutup dipasang terlalu tipis, memiliki rongga yang bergema, atau tidak ditopang oleh rangka yang kokoh, hantaman air akan menghasilkan getaran frekuensi rendah yang merambat ke seluruh struktur rumah.

Selain itu, celah sambungan yang longgar serta penggunaan baut yang kurang presisi dapat memperparah resonansi suara. Oleh karena itu, penanganan masalah ini harus berfokus pada dua hal utama, yaitu meredam getaran pada lembaran material dan menyerap gelombang suara yang masuk ke dalam ruangan.

Cara Mengatasi Atap UPVC Bising Hujan

Untuk menciptakan suasana hunian yang lebih senyap dan nyaman saat cuaca buruk, Anda dapat menerapkan beberapa cara penanganan berikut ini:

1. Memilih Lembaran UPVC Berongga (Double Layer)

Jika Anda baru berencana memasang atau ingin mengganti lembaran lama, utamakan untuk memilih tipe berongga atau double layer. Struktur berongga di tengah lembaran berfungsi sebagai insulator alami yang memutus rambatan getaran suara sekaligus menahan panas matahari.

Dibandingkan tipe single layer yang tipis, tipe berongga terbukti jauh lebih efektif dalam meredam suara benturan air hujan. Rongga udara di dalamnya akan memecah gelombang suara sehingga area di bawahnya tetap tenang dan tidak terganggu dentuman air.

2. Menambahkan Lapisan Peredam Suara (Insulasi)

Bagi Anda yang sudah terlanjur menggunakan tipe single layer, penambahan lapisan peredam sekunder di bagian bawah lembaran adalah cara paling ampuh. Anda bisa memanfaatkan material insulasi seperti aluminium foil bubble, glasswool, atau rockwool yang dipasang tepat di antara rangka dan lembaran luar.

Pemasangan lapisan peredam ini memberikan manfaat ganda bagi hunian Anda. Selain menghentikan masalah atap UPVC bising hujan, lapisan insulasi tersebut juga efektif menahan radiasi panas matahari sehingga suhu ruangan di dalam rumah tetap sejuk pada siang hari.

atap upvc anti bising

3. Memperketat Jarak Rangka dan Reng Support

Struktur bentangan yang terlalu lebar tanpa sanggaan tengah akan membuat lembaran menjadi lentur. Ketidakstabilan ini menciptakan efek getaran hebat seperti drum saat tertimpa air hujan deras dari atas.

Oleh karena itu, pastikan jarak antar-reng penopang dibuat lebih rapat sesuai dengan standar rekomendasi pabrikan, biasanya berkisar antara 50 cm hingga 75 cm. Rangka yang rapat akan mengikat lembaran dengan sangat kencang, sehingga getaran akibat hantaman air dapat langsung diredam sebelum menghasilkan resonansi suara.

4. Memakai Baut Roofing Bersekat Karet Khusus

Proses penguncian lembaran ke rangka sering kali diabaikan, padahal baut penyambung memegang peranan penting dalam menahan getaran mikro. Selalu gunakan baut khusus roofing yang sudah dilengkapi dengan washer atau cincin karet berkualitas tinggi di bagian kepala bautnya.

Karet pada baut tersebut berfungsi sebagai peredam getaran sekaligus penutup rapat agar air tidak merembes masuk lewat lubang sekrup. Pastikan baut dikencangkan dengan pas, tidak terlalu longgar yang memicu getaran, dan tidak terlalu kencang hingga merusak sekat karetnya.

5. Mengatur Sudut Kemiringan Pemasangan

Kemiringan penutup bangunan sangat memengaruhi seberapa keras energi benturan tetesan air hujan yang mengenai permukaan. Disarankan untuk membuat kemiringan minimal 10 hingga 15 derajat agar air hujan langsung meluncur turun dengan lancar tanpa tertahan.

Jika posisi pemasangan terlalu datar, tetesan air akan menghantam permukaan secara tegak lurus (90 derajat), yang memicu suara dentuman jauh lebih keras. Selain meredam suara, kemiringan yang pas juga mencegah risiko munculnya genangan air di atas permukaan penutup.

6. Memasang Plafon Gypsum atau PVC di Bagian Dalam

Membuat batasan fisik tambahan di bawah struktur penutup merupakan cara efektif untuk memblokir suara yang terlanjur lolos. Pemasangan plafon seperti papan gypsum, PVC, atau kalsiboard membuat gelombang suara tidak langsung masuk ke area ruang tamu atau kamar tidur.

Celah udara kosong yang terbentuk antara penutup atas dan plafon berfungsi sebagai ruang terisolasi yang menahan perambatan kebisingan. Hasilnya, interior rumah Anda akan terasa jauh lebih hening meskipun cuaca di luar sedang hujan lebat.

7. Melapisi Permukaan Luar dengan Cat Peredam atau Liquid Membrane

Untuk penanganan dari luar tanpa membongkar struktur yang ada, Anda dapat memanfaatkan teknologi pelapis khusus. Semprotkan atau kuaskan cat pelapis berbahan dasar polyurethane atau liquid membrane berformula tebal secara merata di permukaan atas.

Lapisan elastis ini bekerja bak bantal tipis yang menyerap energi benturan tetesan air sebelum menyentuh permukaan keras lembaran. Dengan berkurangnya daya benturan air, level kebisingan yang dihasilkan pun akan berkurang secara drastis.

BACA JUGA: 5 Tips Memilih Pilihan Warna Atap UPVC, Tetap Cerah Bertahun-tahun

Cara Tambahan Agar Rumah Anti Bising

Setelah menerapkan cara-cara di atas, pastikan Anda juga melakukan pemeriksaan berkala pada struktur penutup rumah Anda. Minimal satu atau dua kali dalam setahun, terutama menjelang musim penghujan, sempatkan untuk memeriksa kondisi fisik bangunan dari atas.

Periksa kondisi baut dan karet penyekatnya untuk memastikan tidak ada baut yang kendur akibat perubahan cuaca, serta segera ganti karet yang sudah mengeras. Selain itu, bersihkan sampah daun atau ranting yang menumpuk agar alur air hujan tidak tersumbat, dan pastikan perekat sealant di area celah dinding tetap rapat tanpa ada bagian yang longgar.

Kesimpulan

Mengatasi masalah atap UPVC bising hujan sebenarnya sangat mudah jika Anda memahami penyebab utamanya dan menerapkan teknik pemasangan yang tepat. Dengan kombinasi spesifikasi lembaran yang pas, jarak rangka yang rapat, serta penggunaan peredam pendukung, rumah Anda akan tetap senyap dan nyaman meskipun hujan deras mengguyur di luar.

Sedang mencari material penutup bangunan berkualitas tinggi yang kokoh, adem, dan minim bising untuk proyek hunian Anda? Percayakan kebutuhan bangunan Anda kepada AGM. AGM hadir sebagai penyedia dan distributor produk bahan bangunan tepercaya yang siap menyediakan berbagai tipe produk unggulan bergaransi untuk kelancaran pembangunan Anda. Hubungi tim AGM sekarang juga untuk konsultasi spesifikasi dan dapatkan penawaran harga terbaik hari ini!

Bagikan Artikel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di PT Anta Graha Makmur. Pilih salah satu admin kami, kami akan membantu Anda

Chat with us on WhatsApp
Scroll to Top